Pengembangan UMKM Di Desa Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi

UMKM Di Desa – Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh orang perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk mensejahterakan individu maupun kelompoknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan UMKM di desa sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di desa.

UMKM memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. dan juga dalam tumbuhnya ekonomi serta tenaga kerja dan distribusi hasil pembangunan. UMKM Di Desa dipandang memiliki prospek masa depan yang baik.

Pemerintah saat ini tengah getol mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa untuk maju hingga bersaing di Manca Negara. Sejak Agustus 2017 Kemarin, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah telah membangun sistem berbasis online yang diberi nama Sadewa Market Cyber UMKM.

Sistem yang dikembangkan Pemprom Jawa Tengah ini dapat diakses melalui situs cyberukm.com. Sejak awal peluncurannya, Situs milik Dinas Koperasi UKM Jawa tengah telah berhasil menampung sebanyak 1000 unit UMKM di desa yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.

Dukungan pemerintah ini sangat diapresiasi pelaku UMKM salah satunya karena untuk ikut serta tidak dipungut biaya. Pendaftaran yang dilakukan UMKM di Jawa Tengah tersebut hanya mempersyaratkan keberadaan UMKM wajib dari wilayah Jawa Tengah

Meskipun diawal peluncuran layanan e-commerce tersebut belum bisa dilakukan transaksi, namun yang menarik adalah banyaknya kunjungan online yang berasal dari wilayah luar Negeri terutama Amerika Serikat. Tercatat adanya kunjungan yakni sekitar 530.000 kunjungan dan dari Amerika mencapai 30 persen dari jumlah tersebut.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ketertarikan pasar terutama dari luar negeri terhadap produk Indonesia sebenarnya cukup besar, tetapi belum dimanfaatkan dan digarap dengan baik. Kendala yang dialami saat peluncuran situs tersebut adalah adanya proses account kartu kredit yang masih berurusan dengan beberapa bank terkait.

Pemerintah Jawa Tengah berusaha agar diawal Oktober tahun ini yakni 2017, situs ini sudah dapat digunakan untuk bertransaksi online. Sebab dari keseluruhan jumlah UMKM yang terdaftar, sebanyak 300 UMKM telah memiliki produk yang telah memenuhi standar SNI bahkan memenuhi syarat untuk ekspor ke sejumlah negara.

Contoh E-commerce UMKM di Desa

Jangan pernah remehkan kaum perempuan. Di tengah kesibukannya mengurus anak dan rumah, sebagian besar mereka masih mampu memproduksi beragam jenis produk UMKM untuk menambah pendapatan keluarga. Kini sebagian dari mereka sedang ancang-ancang memperluas jaringan pemasarannya lewat toko online.

Seperti yang terungkap dalam pelatihan Desapreneur di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (28/4). Acara yang dihelat Desa Panggungharjo kerjasama dengan usahadesa.com itu dibanjiri minat ibu-ibu yang ingin mengusung beragam produk buatan mereka ke toko online di www.usahadesa.com.

Ternyata, dari 60-an ibu-ibu peserta pelatihan itu, hampir 90 persen memiliki sambilan menciptakan aneka produk untuk tambahan pendapatan rumah tangga mereka. Ada yang menjalankan UMKM-nya sendiri, ada pula dengan cara berkelompok.

Seperti diungkapkan  Sulastri, pelaku UMKM pengrajin sepatu rajut handmade yang produknya mulai banyak diminati orang. Hingga kini Tri masih mengandalkan sistem penjualan offline dan menjalankan sosial media untuk menjual produk sepatu hasil karyanya.

“ Saya sudah mendengar besarnya peluang menjual produk lewat toko online. Tapi saya tidak yakin bisa karena rumit. Tapi sekarang saya tahu ternyata itu tidak sulit,” katanya kepada Berdesa.com, usai pelatihan di Balai Desa Panggungharjo.

Tri adalah salah satu peserta yang langsung melakukan proses pendaftaran sebagai penjual dan bakal segera merilis produk-produk sepatu cantiknya di usahadesa.com.

Usahadesa.com adalah E-commerce yang memfokuskan diri pada penjualan produk-produk desa dan UMKM se-Indonesia. Untuk mempercepat UMKM masuk pasar online-nya, usahadesa.com menggelar pelatihan.

Managing Director PT Usaha Desa Sejahtera yang membesut E-commerce Usahadesa.com Mohammad Najib menyatakan, sebagian besar UMKM memiliki keterbatasan untuk bisa jualan online.

“ Potensi UMKM luar biasa besar tapi sebagian mereka kesulitan karena keterbatasan sumberdaya, sebagian adalah ibu-ibu yang kesulitan mengaplikasikan internet, karenanya kami membantu mereka dengan pelatihan ini,” katanya.

Bukan itu saja, Usahadesa juga membuka pendidikan Desapreneur yakni mencetak anak-anak muda untuk terjun menjadi para Reseller produk-produk desa sekaligus mengembangkan potensi produk desanya masing-masing untuk diusung ke toko online melalui Usahadesa.com.

“ Desapreneur akan menjadi jembatan yang membuat produk desa dan UMKM menjadi mudah masuk online. Para Desapreneur akan mendapatkan fee dari fungsi konsultasi dan jasa pemasaran yang mereka jalankan,” kata Najib. (aryadji)

Manfaat UMKM Di Desa Bagi Perekonomian Nasional

Manfaat Usaha Mikro Kecil dan Menegah Manfaat UMKM bagi perekonomian nasional antara lain : Membuka Lapangan Pekerjaan, Menjadi Penyumbang Terbesar Nilai Produk Domestik Bruto, Salah satu Solusi efektif bagi permasalahan Ekonomi masyarakat kelas kecil dan menengah.

Sedangkan manfaat UMKM di desa bagi perekonomian daerah adalah meningkatkan pendapatan, memberdayakan masyarakat khususnya perempuan, mendapatkan pengalaman berwirausaha, memperkecil angka pengangguran di desa, mempererat rasa kebersamaan, mengembangkan potensi masyarakat, mengembangkan usaha yang telah ada sebelumnya, serta menumbuhkan rasa ingin maju dan sebagainya.

Adapun manfaat UMKM bagi pelaku UMKM sendiri antara lain: adanya kebebasan finansial, memiliki kemampuan mengontrol diri sendiri, melakukan perubahan dalam hidup serta menggali potensi diri, pengabdian diri dan mendapatkan pengakuan atas usaha, tahan banting, lebih fokus pada konsumen, mudah beradaptasi, menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang inovatif dan fleksibel.

Tujuan Pengembangan UMKM Program Pengembangan UMKM melayani pengembangan keterampilan kewirausahaan dan kemampuan untuk menjalankan usaha kecil dan menengah.

Program ini melatih para peserta untuk: menerapkan ketrampilan kewirausahaan mereka, mengidentifikasi dan memilih proyek bisnis yang layak atau memperluas usaha yang ada, dan secara hati-hati mempersiapkan proposal perencanaan bisnis untuk di presentasikan ke lembaga-lembaga keuangan.

Peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Penyelenggaraan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara terpadu Adapun Tujuan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, antara lain :

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan Kemampuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi sistem usaha yang tangguh dan mandiri.
  2. Meningkatkan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan

BACA : UMKM DI DESA

BACA JUGA :

MANFAAT DANA DESA, PINJAMAN DANA DESA, MODAL UMKM, KOPERASI DAN UMKM, PENGAJUAN DANA DESA