Selamat datang ke website saya guys. Nah pastinya bagi kalian yang membuka website saya pasti ingin belajar tentang budidaya ikan nila. Pada kesempatan kali ini kita tidak akan hanya belajar tentang budidaya ikan nila saja.

Namun, disini kita akan belajar banyak tentang budidaya, potensi usaha, dan pastinya tentang ikan nilanya. Yuk tanpa panjang lebar kita langsung saja terjun ke teori dan prakteknya.

Pengertian Budidaya Hewan

Budidaya Ikan Nila

Budi daya hewan (husbandry) merupakan sebuah keterlibatan usaha pembesaran cikal bakal (hewan muda). Tepatnya bibit atau benih (termasuk benur maupun nener pada budidaya ikan) pada sebuah lahan tertentu selama beberapa waktu yang selanjutnya akan dijual dan disembelih.

Hal ini guna untuk pemanfaatan daging hingga bagian tubuh lainnya, pengambilan telur. Proses pengolahan produk budidaya ini umumnya bukan bagian dari budidaya sendiri.

Namun, masih dianggap peran dari mata rantai usaha tani ternak tersebut. Budidaya hewan digolongkan ke dalam peternakan dan budidaya perikanan.

Budi daya hewan apabila berdasarkan Peraturan presiden RI Nomor 48 tahun 2013 Tentang Budi Daya Hewan Peliharaan ialah sebagai berikut :

“Usaha yang dilakukan pada suata tempat tertentu pada suatu kawasan budi daya secara berkesinambungan bagi hewan peliharaan dan produk hewan”.

Nah kalau pengertian pembudidayaan ikan berdasarkan UU RI Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan ialah sebagai berikut ini :

“Kegiatan  memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan dan juga memanen hasilnya dalam lingkungan yang terpantau, termasuk kegiatan yang memakai kapal yang digunakan memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya.”

Nah jadi sudah tau dong pengertian budidaya. Kalau selanjutnya kita akan membahas tentang pengertian budidaya ikan nila. Berikut penjelasannya.

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Ternak ikan atau budidaya ikan adalah sebuah pekerjaan memahami tentang pemeliharaan seluruh jenis sumber daya perikanan. Aktivitas yang ini dikerjakan оlеh manusia dalam lingkup kekuasaan yang mempunyai tujuan kesejahteraan manusia.

Membudidayakan ikan merupakan upaya dari bentuk cara budidaya ikan perairan yang lebih terfokus dan mempriotaskann membudidayakan ikan baik di ruangan yang tertutup maupun tangki.

Kalau kita masuk ke dalam konteks pembahasan kita bisa disipulkan yakni cara ternak ikan nila merupakan sebuah pola dalam pemikiran tentang memahami jenis spesies ikan nila.

Pemikiran tentang cara ternak ikan nila bisa dikatakan sebuah pemikiran yang dipikirkan oleh seorang pemula maupun pebisnis dalam bidang ini.

Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Nila merupakan kategori ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Ikan ini berasal dari Afrika, lebih tepatnya Afrika bagian timur, saat tahun 1969. Pada sekarang ini ikan ini telah berubah menjadi ikan peliharaan yang familiar di kolam-kolam air tawar di Indonesia.

Tidak hanya itu saja tapi ikan nila juga menjadi hama bagi setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya dari ikan nila yakni Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Nile Tilapia.

Ikan peliharaan ini memiliki yang ukuran sedang, panjang keseluruhan (moncong sampai ujung ekor) mampu mencapai sekitar 30 cm. Terkadang ada pula yang lebih dan ada yang kurang dari pada itu.

Sirip punggung dengan jumlah duri yakni 16-17 duri (tajam), 11-15 duri (lunak), dan sirip dubur dengan jumlah 3 duri dan 8-11 yang lunak.

Warna dari tubuh agak kehitaman maupun keabuan, dilengkapi beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor memiliki garis-garis tegak, 7 hingga 12 buah.

Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung mempunyai warna merah atau kemerahan (bahkan kekuningan) pada saat musim berbiak. Mempunyai garis linea literalis pada bagian truncus yang memiliki fungsi ialah sebagai alat keseimbangan ikan yang digunakan saat berenang.

Ikan nila yang masih kecil belum terlihat perbedaan jenis kelaminnya. Hal ini akan tampak apabila berat badannya telah mencapai 50 gram, baru bisa diketahui perbedaan baik jantan maupun betinanya.

Ikan jantan dan betina bisa tampak perbedaannya pada lubang genitalnya dan juga pada ciri-ciri kelamin sekundernya. Kalau ikan jantan, di samping lubang anus ada lubang genital yang berbentuk tonjolan kecil meruncing berfungsi sebagai saluran pengeluaran kencing maupun sperma.

Tubuh ikan jantan juga memiliki warna lebih gelap, dengan bentuk tulang rahang yang melebar ke belakang dan memberi kesan kukuh. Sedangkan yang betina biasanya bagian perutnya akan lebih besar.

Kebiasaan Dan Cara Hidup

Ikan nila disebut sebagai hewan yang omnivora (pemakan segalanya). Ikan ini sangat mudah dipelihara tanpa ribet. Secara natural, ikan nila ditemukan mulai dari Syria di bagian utara sampai Afrika timur hingga ke bagian Kongo dan Liberia, yakni di Sungai Nil (Mesir), Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, serta Kenya.

Dipercaya pula bahwa pemeliharaan ikan ini telah berlangsung pada masa peradaban Mesir purba. Ikan nila mempunyai telur yang memiliki bentuk bulat berwarna kekuningan dengan panjang diameternya sekitar 2,8 mm.

Sekali memijah, ikan nila betina mampu mengeluarkan telur sebanyak 300 hingga 1.500 butir, semua ini tergantung dari ukuran tubuhnya. Ikan nila mempunyai sebuah kebiasaan yang unik usai memijah, yakni induk betinanya akan mengulum telur-telur yang usai dibuahi di dalam rongga mulutnya.

Tindakan ini bisa dikatakan mouth breeder (pengeram telur dalam mulut). Dikarenakan mudahnya pemeliharaan dan pengembangbiakkan, ikan ini langsung diternakkan di banyak negara untuk ikan konsumsi, termasuk di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, mengingat rasa dagingnya yang tidak terlalu istimewa, ikan nila juga tidak pernah menggapai harga yang tinggi. Tidak hanya dijual dengan keadaan segar, daging ikan nila sering pula dijadikan filet.

Ikan ini akan menjadi sebuah hama di seluruh sungai-sungai dan danau di Indonesia saat adanya penebaran ke dalam sungai dan danau. Hal ini disebabkan karena ikan ini akan memakan banyak tumbuhan air.

Tidak hanya itu bahkan ikan ini mampu menggantikian posisi ikan pribumi indonesia. Walaupun demikian ikan nila masih tetap ditebar oleh pemerintah di sungai-sungai dan danau Indonesia tanpa memperhatikan efeknya.

Nilai Dari Gizi Yang Terkandung

Ikan nila adalah sumber protein hewani yang murah bagi tingkat ekonomi konsumsi manusia. Dikarena budidayanya mudah, harga jualnya juga menjadi faktor kenapa ikan menjadi murah.

Budidaya pada ikan dilakukan di kolam – kolam maupun tangki pembesaran. Pada budidaya intensif, nila tidak direkomendasikan dicampur dengan ikan lain karena mempunyai perilaku agresif.

Nilai kurang bagi ikan ini yang dipakai sebagai bahan konsumsi adalah kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi. Sedangkan asam lemak omega 3 yang memiliki nilai rendah. Komposisi ini tidak begitu baik bagi mereka yang mempunyai penyakit yang berkait dengan peredaran darah

Oke itu tadi merupakan seputaran tentang ikan nila. Next kita akan lanjutkan tentang budidaya ikan nila. Semak hal berikut ini.

Cara Budidaya Ikan Nila

Sebelum memulai budidaya ikan nila ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan, yaitu pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, sampai penanganan penyakit. Simak hal yang dibawah ini :

A. Pemilihan Benih

Pemilihan benih adalah sebagai faktor penting yang akan menjadi penentu tingkat keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil optimal sebaiknya pakai benih ikan yang berjenis kelamin jantan.

Hal ini disebabkan pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dibandingkan ikan nila betina. Budidaya ikan nila dengan cara monosex (berkelamin semua) lebih efisien dibanding campuran.

Karena ikan nila memiliki sifat gampang memijah atau melakukan perkawinan. Hal ini apabila budidaya ikan nila dilakukan secara campuran, energi pada ikan akan habis untuk memijah dan mmenyebabkan pertumbuhan ikan sedikit terhambat.

Sekarang ini banyak yang menyediakan bibit ikan nila monosex. Jadi ini semua akan menjadi mudah.

Pengertian Monosex

Sistem monosex adalah upaya yang diterapkan untuk membuat ikan nila berkelamin jantan semua. Ikan Nila jantan mempunyai kecenderungan lebih cepat pertumbuhannya, pemilihan bibit ikan nila jantan agar dibudidayakan mampu mempersingkat masa panen.

Agar bisa membuat ikan nila menjadi monosex dilakukan dengan memberikan hormon metiltestosteron kepada benih nila. Tapi hal ini menyebabkan harga dari hormon ini cukup mahal, karena harus dimmport.

Saat ini telah ditemukan hormon metiltestosteron dari testis sapi, yang harganya relatif murah, hal ini menyebabkan proses produksi monosex ikan nila terbilang murah.

Cara Membuat Monosex

Memiliki 2 (dua) cara/metoda sex reversal yang bisa dilakukan agar membuat kelamin tunggal, yakni :

1. System Oral (Pemberian pakan berhormon)

Pada cara ini membuat kelamin tunggal dilaksanakan dengan cara mencampur hormon 17 methyl Testoteron pada pakan yang akan dikasih pada larva. Caranya sebagai berikut :

  1. Untuk satu(1)kg pellet (bentuk tepung) memerlukan campuran 60 mg 17 Methyl Testoteron
  2. Hormon 17? Methyl Testoteron kemudian dicampur dengan 20 ml alkohol absolud 90% dan aduk sampai rata, kemudian tambahkan 100 – 150 ml alkohol 70% dan aduk hingga homogen
  3. Selepas itu semprotkan dan tuangkan larutan hormon kedalam pelet secara sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai rata.
  4. Selanjutnya angin anginkan campuran tersebut sampai kering, tetapi ingat jangan coba – coba mengeringkannya dengan cara menjemurnya langsung dibawah terik matahari, hal ini akan merusak khasiatnya.
  5. Supaya mampu bertahan lama masukkan atau tuankan pelet kedalam plastik dan simpan dalam refrigerator. Dengan demikian pelet mampu bertahan hingga 3 bulan.
  6. Pemberian pakan berhormon dilaksanakan selama 21 – 25 hari diawali pada hari keenam (larva umur 6 hari) dengan dosis pemberian pakan 30% pada minggu pertama, 20% pada minggu ke kedua, serta 15% untuk minggu ke ketiga dari seluruh total biomassa.
2. Sistem Dipping (Perendaman)

Pada tahap ini usaha demi menjadikan kelamin tunggal/sejenis dilaksanakan dengan cara mencampur larutan hormon 17 Methyl testoreron pada air yang akan dipakai sebagai perendam telur pada saat ukuran bintik mata. Berikut caranya sebagai berikut :

  1. Timbang hormon 17 Methyl testoteron sebanyak 75 mg.
  2. Larutkan hormon dalam alkohol absolute 90% sekitar 3 hingga 4 tetes dan aduk sampai merata.
  3. Masukkan larutan hormon kedalam wadah (baskom, akuarium, dll) yang memiliki isi 15 liter air dan aduk sampai merata.
  4. Larutan boleh dipakai untuk 10.000 butir telur (Fase bintik mata), dengan cara merendam larva sekitar dalam kurun waktu 6 jam kedalam larutan yang diberi aerasi.
  5. Kemudian larva dipelihara didalam kolam pemeliharaan yang sudah dipersiapkan.

Mengingat begitu banyaknya konsumen penyuka ikan nila dan proses budidayanya yang mudah tentunya akan menumbuhkan minat pembudidaya ikan air tawar . Agar bernilai ekonomis tinggi maka mempersingkat masa panen ikan nila menjadi pilihan yang harus ditempuh.

Salah satunya adalah dari aspek perbenihan untuk hal ini perbaikan mutu genetika dengan program monosex sangatlah diperlukan.

B. Persiapan Kolam Budidaya

Budidaya ikan nila dapat memakai berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung sampai tambak air payau. Dari sekian jenis kolam tersebut, kolam tanah merupakan yang paling banyak dipakai karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya pembuatannya relatif murah.

Keunggulan lain kolam tanah ialah bisa menjadi tempat tumbuh bermacam tumbuhan dan hewan yang bermanfaat untuk pakan alami bagi ikan. Hal ini bisa mengurangi biaya pembelian pakan buatan atau pelet.

Berikut langkah-langkahnya merupakan persiapan kolam budidaya ikan nila:

  • Langkah pertama ialah pengeringan dasar kolam dengan cara melakukan penjemuran. Penjemuran biasanya akan berlangsung sekitar 3 hingga 7 hari, tergantung keadaan cuaca.
  • Sebagai patokan, penjemuran sudah cukup apabila permukaan tanah tampak retak-retak, tapi tidak sampai membatu. Ketika diinjak masih meninggalkan jejak kaki sedalam 1-2 cm.
  • Next, permukaan tanah dibajak dan dicangkuli sedalam sekitar 10 cm. Sampah, kerikil dan kotoran lainnya diangkat dan dibersihkan dari dasar kolam.
  • Jangan lupa membersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk.
  • Lakukan pengapuran dengan dolomit atau kapur pertanian. Hal ini supaya kadar keasaman tanah mencapai 7 – 8.
  • Gunakan pupuk organik untuk pupuk dasar. Jenisnya boleh dan lebih baik dibuat pupuk kompos mau kandang. Pemberian pupuk organik berfungsi sebagai mengembalikan kesuburan tanah.
  • Genangi kolam dengan air dan lakukan secara bertahap. Tahap Pertama, alirkan air ke dalam kolam dengan tingkat kedalaman 10-20 cm. Diamkan sekitar 3-5 hari.
  • Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan perfect, hal ini berguna supaya memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh.
  • Usai itu isi kolam sampai ketinggian air mencapai 60-75 cm.

C. Penebaran Benih

Kolam yang sudah terisi air sedalam 60-75 cm sudah siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar kolam tanah pada budidaya ikan nila sekitar 15-30 ekor/m2. Dengan alasan, ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor dan akan dipanen pada berat 300 gram/ekor.

Sebelum, penebaran setidaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu. Hal ini berguna supaya benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam, sehingga mengurangi resiko kematian benih.

Caranya, biarkan ikan keluar dari wadahnya saat kita meletakkan benih dengan cara sedikit dimiringkan. Maksudnya letakkan benih kedalam air dan biarkan selama bebrapa jam dan biarkan ikan keluar sendirinya agar tidak stress.

D. Pemeliharaan Budidaya

Setelah semua persiapan usai dilakukan dan benih telah ditebarkan ke dalam kolam, langkah berikutnya ialah merawat ikan sampai usia panen. Tiga hal yang sanagat penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila ialah pengelolaan air, pemberian pakan dan pengontrolan hama penyakit.

  •  Pengelolaan air

Supaya pertumbuhan budidaya ikan nila menghasilkan hasil yang maksimal, tetap melakukan pemantauan kualitas air kolam. Parameter patokan kualitas air ialah kandungan oksigen dan pH air.

Boleh juga melakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan. Ketika kandungan oksigen dalam kolam menurun, perderas sirkulasi air dengan cara memperbesar aliran debit air.

Apabila kolam telah banyak kandungan NH3 dan H2S yang ditandai dengan bau busuk, cepat lakukan penggantian air. Lakukan dengan cara dengan mengeluarkan air kotor sebanyak ⅓ nya, setelah itu lakukan penambahan air baru.

Dalam kondisi normal, pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebanyak 1 liter/detik.

  • Pemberian Pakan

Pengelolaan pakan merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biaya pakan adalah hal yang komponen, biaya paling besar dalam budidaya ikan nila. Kasihlah ikan dengan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.

Ikan nila memerlukan pakan sebanyak 3% dari berat pada tubuhnya setiap hari. Pemberian pakan dapat dilakukan pada saat pagi dan sore hari. Setiap dua minggu sekali, ambilah sampel ikan nila dengan acak setalah itu lakukan penimbangan pada bobotnya. Setelah itu sesuaikan jumlah pakan yang harus dikasih.

  • Pengontrolan Hama Dan Penyakit

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ikan nila adalah ikan yang bisa dikatakan tahan banting. Pada kondisi normal, penyakit ikan nila tidak terlalu banyak mengkhawatirkan. Tapi bila budidaya ikan nila telah dilaksankan dengan intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diperhatikan.

Penyebaran penyakit ikan digolongkan sangat cepat, khususnya bagi jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularan umumnya melewati air. Hal ini bisa menjadi sebuah lingkup yang menjangkau satu atau lebih kawasann kolam.

  • Pemanenan

Waktu yang dibutuhkan bagi budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih sampai panen mengacu pada keperluan pasar. Ukuran ikan nila bagi pasar sangat  domestik berkisar sekitar 300-500 gram/ekor.

Pemeliharaan untuk ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram diperlukan dan memakan waktu sekitar 4-6 bulan.

Oke jadi disini kita telah belajar ya guys tentang budidaya ikan nila dan sebagainya ya guys. Jadi gimana menurut kalian tertarik buat nyoba? atau kalian telah mencobanya?

Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan dan kita cukupkan sampai sini saja ya guys. Sampai jumpa.