Bagaimana Sih Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Tanaman Dan Kotoran Hewan

Hallo guys selamat datang di website saya. Pada kali ini saya akan mengajarkan anda cara membuat pupuk kompos. Bagaimana sih cara membuat pupuk kompos dari sampah atau limbah tanaman dan kotoran hewan.

Apakah kalian suka perkebunan atau pertanian? Pastinya iya,karena jika kalian membuka website ini berarti anda ialah orang yang suka perkebunan atau pertanian.

Kalau tidak seorang yang ingin memulai hobi atau bekerja sebagai perkebunan atau pertanian. Benar nggak sih pernyataan tadi? wkwkwkkwk.

Tapi sebelum membahas cara membuat pupuk kompos,saya ingin membahas tentang perkebunan dan pertanian. Tapi sebelum membahas 2 hal tersebut saya ingin membahas apasih pupuk kompos itu?

Masa ingin mengetahui cara membuat pupuk kompos tapi kita nggak tau pengertian pupuk kompos. Bagi yang ingin memulai hobi dan pekerjaannya,Bisa juga sebagai wawasan ya bro dan sis.

A. Istilah Dan Pengertian Pupuk Kompos,Perkebunan, Dan Pertanian

Kebanyakan orang di luar sana,mengatakan pertanian dan perkebunan bisa berarti satu hal yang sama. Pertanian adalah lebih populer dan dikenal istilah luas dan kebanyakan orang berpendapat bahwa,perkebunan ialah sinonim kata modern untuk pertanian.

Beberapa orang sering membuat kesalahan dengan menggunakan dua istilah sinonim dari 2 hal tersebut. Padahal itu merupakan pernyataan yang salah ya guys.

Oleh karena itu,kita akan lebih menjadi bijaksana bila mengetahui apa sih istilah dari 2 hal tersebut secara individual.

Sebelum pindah ke cara membuat pupuk kompos. Berikut pengertian dari 3 hal tersebut :

       1. Apa Itu Pupuk Kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos dibutuhkan bahan baku seperti material organik dan organisme pengurai.

Metode pengomposan dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi secara alami. Terbuatnyaa humus di hutan merupakan salah satu bentuk pengomposan secara alami.

Proses pembuatan pupuk kompos berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut.

Sehingga pengomposan yang dikelola manusia bisa dilakukan dalam tempo yang lebih singkat untuk menjadi pupuk kompos.

       2.Apa itu perkebunan?

Cara Membuat Pupuk Kompos

Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tumbuhan atau tanaman tertentu pada media tumbuh. Dalam ekosistem yang sesuai mengelolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tadi.

Hanya dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai, modal serta manajemen. Agar mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

Tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi bahan pangan untuk membedakan dengan usaha ladang. Walaupun usaha penanaman pohon buah masih disebut usaha perkebunan.

Tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar. Dalam perkebunan pemeliharaan memegang peranan penting,tanaman cenderung dibiarkan untuk tumbuh sesuai kondisi alam.

Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung volume komoditas yang dihasilkan.Namun, suatu perkebunan membutuhkan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya.

Kepemilikan lahan bukan merupakan syarat mutlak dalam perkebunan.Sehingga untuk beberapa komoditas muncul sistem sewa-menyewa lahan atau sistem pembagian usaha.

Limbah Tanaman Sebagai Bahan Pupuk Kompos

  1. Jerami padi

Jerami padi adalah sisa tanaman yang banyak dihasilkan di Indonesia. Karena  Indonesia merupakan daerah tropis dan menjadikan beras sebagai makanan pokok di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Sampai saat ini petani padi masih minim yang memanfaatkan jerami padi menjadi bahan baku kompos,mereka lebih sering membakarnya dan menjadikannya pupuk. Tanaman padi banyak menghasilkan jerami padi.

  1. Sampah sayuran

Sampah sayuran bisa diperoleh dari pasar dan perumahan. Pada awalnya sampah ini pisahkan antara yang organik dan anorganik.

Contoh anorganik seperti : kertas, alumunium, kaca, dan lain-lain, yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan daur ulang. Sedangkan sampah organik dapat berupa sayuran, buah-buahan, serta sisa makanan, namun belum dikelola lebih lanjut.

Padahal sampah sayuran biasanya terdiri dari bahan-bahan yang memiliki kandungan air yang cukup banyak. Sehingga memudahkannya cepat membusuk.

Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya kwalitas sanitasi, pencemaran lingkungan, serta munculnya bibit penyakit tertentu.

Dengan demikian, pengeloaan sampah sayuran memerlukan penanganan lebih lanjut untuk meminimalisir masalah lingkungan sekitar.

       3.Tangkai jagung

Jagung merupakan makanan sumber karbohidrat setelah beras. Tanaman jagung juga menjadi makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia.

Dari budidaya tanaman jagung, limbah yang dihasilkan adalah berupa jerami jagung dan tongkol jagung. Pengolahan limbah jagung juga masih minim, sehingga jika limbah jagung dapat dijadikan pupuk kompos.

Maka dapat meningkatkan produktifitas pupuk organik dan mengurangi pupuk yang berbahan kimia.

  • Kotoran Hewan Sebagai Bahan Pupuk Kompos

Penjelasan selanjutnya nih :

Kotoran hewan berasal dari kandang ternak. Kotoran hewan terdiri dari dua bagian, yaitu padat (feses) dan cair (urine). Keduanya dapat dijadikan pupuk, baik pupuk kandang maupun pupuk kompos.

Namun,kebanyakan peternak lebih sering memanfaatkan feses dari pada urine karena lebih praktis.Istilah yang perlu diketahui dalam kotoran hewan adalah istilah pupuk panas dan pupuk dingin.

Pupuk panas mudah menguap, karena bahan organik tidak terurai secara sempurna sehingga banyak yang berubah jadi gas. Sedangkan pupuk dingin merupakan pupuk yang penguraiannya sangat lambat sehingga tidak terbentuk panas.

       1.Kotoran Sapi

Kotoran sapi cocok digunakan sebagai metode cara membuat pupuk kompos. Hal ini dikarenakan kotoran yang banyak mengandung air dan lendir.

Bagi pupuk padat yang keadaannya demikian bila terpengaruh oleh udara maka cepat akan terjadi pergerakan-pergerakan sehingga keadaanya menjadi keras.

Selanjutnya air tanah dan udara akan melapukkan kotoran tersebut menjadi sukar menembus/ merembes ke dalamnya. Dalam keadaan demikian, jasad renik yan bertugas mengubah zat hara dalam kotoran mengalami hambatan.

Dari perubahan tersebut berlangsung secara berlahan-lahan. Keadaan demikian merupakan tAnda bahwa kotoran sapi termasuk pada pupuk dingin.

         2.Kotoran Kambing

Kotoran kambing memiliki struktur yang khas, yaitu berbentuk butiran-butiran, sehingga sedikit sukar memecah fisiknya. Hal ini berpengaruh pada proses deskomposisi dan penyediaan hara.

       3.Kotoran Kuda

Ternak kuda lebih sedikit dari pada ternak lainnya, sehingga kotoran yang dihasilkan juga sedikit. Hal ini menjadikan kotoran kuda terbatas dimanfaatkan oleh warga sekitar perternakan kuda.

Kotoran kuda mempunyai rasio C/N yang lebih rendah dari pada kotoran sapi, tergantung jenis makanan yang diberikan. Tidak hanya itu kotoran ini juga mengandung banyak hara Mg (Magnesium).

Kotoran pada kuda memiliki bahan cairnya banyak mengandung senyawa-senyawa N yang memungkinkan bakteri-bakteri berkembang dengan aktif.

       4.Kotoran Babi

Babi biasanya diberi makanan yang mudah dicerna, sehingga kurang menghasilkan pupuk. Pupuk yang dapat dikumpulkan hanya berupa pupuk dingin yang mengalami perubahan secara perlahan.

Kotoran babi banyak mengandung asam fosfat dan asam belerangnya dibanding pada kotoran tenak lainnya. Berbeda dengan zat kapur dan zat kali yang sangat rendah dalam kotoran babi.

       5.Kotoran Unggas

Kotoran unggas banyak terdapat pada lahan peternakan, dan sering dijadikan pupuk kandang. Hal ini baik karena unggas adalah pemakan tanaman atau bagian bagian utama tanaman, seperti : gabah, beras, biji-biji buah.

Kotoran ayam dan merpati termasuk pupuk yang bernilai tinggi, dibandingkan bebek atau angsa. Kotoran ayam mempunyai N (1,72 %), P (1,82%), dan K (2,18 %).

C. Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Limbah Tanaman

Persiapan alat dan bahan :

  • Sabit / parang
  • Cetakan bambu yang dibuat menyerupai pagar
  • Cetakan ini dibuat kayak pagar ya guys dengan 4 bagian berukuran 2 x 1 dan 1 x 1, masing-masing 2.
  • 2 Ember atau wadah untuk penampungan air, dan juga untuk menyiram aktivator
  • Air secukupnya
  • Aktivator pengomposan
  • Tali
  • Plastik penutup / terpal multifungsi berukuran 2 m
  • Jerami padi, bisa ditambahkan pula dengan limbah pertanian yang lain seperti sisa daun, rumput, atau sisa tanaman lainnya.Namun hindari menggunakan batang bambu, ranting, kayu, atau tulang ikan.

Cara membuat pupuk kompos:

  1. Pertama-tama Anda bisa menyiapkan air ke dalam bak atau wadah penampungan berukuran besar. Bersamaan dengan itu, larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan.
  2. Aduk-aduk hingga aktivator tercampur rata dengan air.
  3. Siapkan cetakan bambu dan pasang cetakan tersebut dengan ukuran yang sesuai atau seperti yang telah kami sampaikan di atas.
  1. Potong-potong terlebih dahulu jerami dan bahan lainnya mengguanakan parang agar proses pengomposan berjalan dengan mudah.
  2. Masukkan satu lapis jerami ke dalam cetakan tersebut (dapat pula ditambahkan kotoran ternak agar kasiat dari pupuk semakin tokcer).
  3. Siram aktivator yang sudah diencerkan tersebut pada lapisan pertama jerami. Basahi sampai semua rata.
  4. Injak-injak jerami padi agar terasa padat
  5. Ulangi dengan menambahkan satu lapisa lagi jerami padi, lalu siram kembali dengan aktivator.
  6. Lakukan proses tersebut secara berselang, hingga bahan abis atau cetakan telah penuh.
  7. Setelah cetakan penuh, buka cetakan tersebut kemudian tutup bakal kompos tersebut dengan menggunakan plastik atau terpal
  8. Ikat plastik penutup dengan erat agar tidak mdah terbuka dan mengundang hewan kecil masuk di salamnya
  9. Jika perlu letakkan batu pada tiap sisi atau pada bagian atas tutup plastik
  10. Proses pengomposan dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan suhu, penurunan volume / ketinggian, serta warna dari jerami padi.
  11. Proses ini berlangsung sekurang-kurangnya 1 bulan, berbeda dengan yang langsung bisa kita aplikasikan.

Pantau perubahan-perubahan fisik dan kimiawi pada jerami padi.

 Proses Fermentasi Berlangsung

memiliki ciri Seperti berikut :

  • Suhu pada tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat setelah inkubasi, dan mencapai puncaknya pada 60 – 70 derajat selcius.
  • Saat suhu meningkat itulah, mikroba akan giat melakukan penguraian atau dekomposisi jerami padi.
  • Daya tampung dari lapisan jerami padi akan menyusut seiring dengan proses dekomposisi tersebut. Penyusutan akan berlangsung sampai 50%.
  • Apabila selama dua hari proses pengomposan berlangsung tidak ditmukan penyusutan atau pengingkatan suhu, maka dapat dikatakan proses tersebut berlangsung lambat atau gagal sama sekali.
  • Segera buka tutup plastik dan pantau tumpukan jerami padi, apakah terlalu kering? Atau justru terlalu basah? Adakah tercium bau kurang sedap? Suhunya meningkat atau dingin?
  • Apabila tumpukan jerami padi kering, maka tambahkan air secukupnya dan lakukan pembalikan.
  • Jika tumpukan jerami padi terlalu basah dan berbau menyengat, maka lakukan pembalikan atau bisa juga ditambahkan bilah-bilah bambu di dalamnya.

Pupuk kompos yang sudah matang mempunyai ciri:

  • Warna jerami cokelat kehitaman
  • Tekstur lunak
  • Suhu pengomposan sudah kembali seperti suhu awal pengomposan
  • Volume menyusut
  • Tidak lagi berbau menyengat

D. Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Hewan

Bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos dari kotoran sapi yaitu:

  • Kotoran sapi minimal 80 – 83% dan lebih bagus apabila bercampur dengan urin
  • Serbuk gergaji atau sekam atau jerami
  • Abu dapur 10%
  • Bahan pemacu mikroorganisame (Stardec) 0,25%
  • Kapur pertanian 2%

nb : Stardec adalah salah satu merek dagang darai bahan pemacu mikroorganisme yang berfungsi stimulan untuk pertumbuhan mikroba.

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Hewan :

  1. Campur seluruh bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk kompos yaitu kotoran sapi, serbuk gergaji, abu dan kapur dengan merata. kemudian tumpuk di tempat yang terlindungi dari sinar matahari dan hujan secara langsung.
  2. Lebih baik apabila ditumpuk di tempat pembuatan pupuk kompos yang khusus. Biarkan selama 1 hari.
  3. Besoknya sisir tumpukan bahan kompos kemudian taburi menggunakan stardec, aduk sampai merata. kemudian tumpuk lagi dengan ketinggian minimal 80 cm.
  4. Biarkan tumpukan terbuka sampai 7 hari , tetapi harus tetap dijaga agar terhindar dari panas dan hujan. Pada hari ke 7, balik tumpukan agar memasok oksigen bisa masuk kedalam bahan dengan merata. Oksigen dibutuhkan untuk aktivitas mikroba. Pambalikan bahan dilakukan setiap 7 hari sekali.
  5. Aktivitas mikroba bisa ditandai dengan adanya peningkatan suhu. Biasanya peningkatan suhu terjadi mendekati hari ke 8 sampai hari ke 21. Pada hari ke 28 suhu akan menurun kembali. Kenaikan suhu yang terjadi bisa sampai 300oC. Suhu yang tinggi ini akan membuat pupuk kompos menjadi lebih steril dari bibit gulma dan bakteri patogen.
  6. Campuran kotoran sapi itu sudah menjadi pupuk kompos apabila suhu telah netral dan warnanya hitam kecoklatan.

E.Manfaat Pupuk Kompos

Setelah kita mengetahui cara membuat pupuk kompos kita juga harus tau apasih manfaatnya? masa kita udah capek capek bikin eh nggak tau manfaatnya kan lucu.

Berikut penjelasan manfaat dari pupuk kompos :

Manfaat pupuk kompos untuk tanaman adalah:

  • Meningkatkan kesuburan tanah
  • Kinerja kapasitas serap air ke tanah menjadi meningkat
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  • Kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) menjadi lebih baik
  • Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
  • Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
  • Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

F.Kekurangan Pupuk Kompos

  • Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak apabila dibandingkan dengan pupuk anorganik.
  • akibat dari jumlahnya yang banyak, memerlukan tambahan biaya operasional yang tinggi untuk pengangkutan.Dalam kurun waktu yang singkat, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara.
  • Pemberian pupuk organik  yang membutuhkan jumlah besar sehingga harus membebani biaya bagi petani.
  • Sementara itu reaksi tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se-spektakuler pemberian pupuk buatan.

Nah begitulah guys penjelasan dari cara membuat pupuk kompos. Tapi tadi kita banyak belajar ya guys di artikel pada halamaan ini.

kita belajar banyak ya mulai dari pengertian pupuk kompos,pertanian,dan perkebunan. Tidak hanya itu kita juga belajar bahan membuat pupuk  kompos juga ya guys.

Jadi pada dasarnya penggunaan pupuk kompos itu adalah hal tradisional. Lebih baik kita bikin sendiri atau membeli yang secara instan itu merupakan pilihan kalian.

Kalau saya mending bikin sendiri lebih asyik dan ada tantangan tersediri seta kebanggan pada saat di hasil akhir.

Semoga artike ini bermanfaat bagi kalian pembaca,nusa dan bangsa ya guys hehehehe.

Saya ucapkan terima kasih dan selamat mencoba