Ciri-Ciri Desa Swadaya Yang Sejuk,Nyaman Serta Indah

Pengertian Desa

Ciri-Ciri Desa Swadaya Desa yang merupakan pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan dan dipimpin oleh seorang kepala desa.

Terbentuknya desa tidak lepas dari insting orang-orang, yang secara naluriah ingin hidup bersama keluarga yang kemudian lazimnya memilih suatu tempat kediaman bersama.

Ciri-Ciri Desa SwadayaCiri-Ciri Desa Swadaya merupakan daerah yang terdiri atas satu atau lebih dusun yang digabungkan menjadi satu sehingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri dan berhak mengatur rumah tangganya sendiri.

Kita dapat melihat beberapa ciri-ciri yang sering sekali Nampak atau tidak Nampaknya. Ciri-ciri yang sering Nampak terhadap orang-orang di desa adalah kehidupan tergantung terhadap alam, masyarakat sangat erat dalam kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat Desa adalah sekelompok orang yang hidup bersamaan, bekerja sama, dan berhubungan erat, dan sifat-sifat yang beragam. Secara umum desa memiliki beberapa unsur Ciri-Ciri Desa Swadaya, yaitu:

Penduduk yang tinggal di desa, meliputi jumlah, struktur umur, struktur mata pencarian yang sebagian besar bertani, nelayan.

Tata kehidupan, meliputi pola pergaulannya dan ikatan-ikatan warga desa.

Daerah dapat diartikan sebagai tanah yang meliputi luas lokasi dan batas-batasnya yang merupakan lingkungan geografis

Unsur tersebut tidak lepas dari satu sama lainnya, yang merupakan satu kesatuan secara sosiologis.

Desa Menurut Perkembangannya

Desa Menurut Perkembangannya

Ciri-Ciri Desa Swadaya Di Indonesia sendiri tahap pembagian perkembangan desa dapat di klasifikasikan kedalam kelas-kelas sebagai berikut:

Pradesa yaitu, dicirikan dengan adanya kelompok masyarakat yang belum menetap pada suatu lokasi yang disebut desa.

Desa Swadaya yaitu:

  • yang sering dikenal dengan nama desa tradisional
  •  transisi
  •   yang maju atau berkembang

Tipologi ditengahkan oleh undang-undang No. 5/1975 dimulai dengan bentuk(pola) desa yang paling sederhana sampai bentuk pemukiman yang paling kompleks namun masih tetap di kategorikan sebagai pemukiman dalam bentuk desa Ciri-Ciri Desa Swadaya.

Desa Swadaya

Desa Swadaya

Desa Swadaya adalah desa yang sifatnya masih sangat tradisional sekali, adat istiadatmasih sangat kental hubungan antar sosial masih sangat-sangat erat sekali.

Meski pun jumlah desa yang di anggap sebagai desa Swadaya di Indonesia sudah mulai berkurang atau bisa jadi menjadi desa yang lebih maju.

Kita sebagai warga Negara Indonesia yang bermacam2 adat,suku,dan agama wajib turut ikut serta melestarikan karena Desa yang di anggap desa swadaya sekarang sudah mulai jarang di jumpai kalo tidak hanya ada di perdalaman. Ciri-Ciri Desa Swadaya yaitu:

Mata pencaharian penduduk terutama di sektor primer yakni sebagian besar penduduk hidup dari pertanian.peternakan dan hasil hutan.

Pendidikan dan keterampilan masyarakatnya sangat rendah

Prasarana desa yang masih kurang serta belum memadai

Kebanyakan desa-desa seperti ini jauh dari pusat kegiatan ekonomi. Pada intinya desa ini belum mampu menyelenggarakan urusan administrasi.

Desa Swasembada

Desa Swasembada

Desa berkembang adalah desa yang dimana masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional.

Setingkat lebih sangat maju dari desa swakarya diaman adat istiadat yang sudah tidak mengikat, hubungan antar sosial.

Sudah bersifat nasional, mata pencaharian penduduk sudah beraneka ragam dan bergerak disektor tertier, teknologi baru sudah benar-benar bisa dimanfaatkan di bidang pertanian sehingga menjadikan produk lebih meningkat.

Diimbangi dengan prasarana desa yang sudah cukup, pola desa terbaik dari bentuk-bentuk desa yang terdahulu. Prasarana desa sudah mulai membaik bentuk desa bervariasi, Ciri-Ciri Desa Swadaya yakni:

Mata pencaharian masyarakat disektor tertier yaitu sebagian besar penduduk bergerak dibidang perdagangan dan jasa.

Pendidikan dan keterampilan penduduk ditingkatnya sudah singgi dan gotong royong masyarakat sudah manifest artinya pelaksanaan dan cara kerja berdasarkan musyawarah antara warga dengan penuh rasa kesadaran dan tanggung jawab.

Masyrakatnya padat dan partisipasi sudah lebih efektif.

Akan tetapi meskipun desa memiliki perkembangan yang berbeda beda desa adalah desa tidak dapat dikatakan seperti artikel yang saya kutip yang menjelaskan perkembangan desa atau sebutan bagi perkembangan desa, desa.

Adalah desa itulah yang ada dalam pikiran kita desa adalah hijau desa itu sejuk dan pas untuk menenangkan jiwa, meskipun desa memiliki perkembangan yang berbeda masyarakat desa tetap begitu dan terus turun menurun dengan sifat kedesaan.

Oleh karena itu sekarang sudah jarang orang mulai mengenal apa itu desa swadaya,swakarya, dan swasembada karena dibenak masyarakat sekarang.

Umumnya desa ya desa, orang berpendapat seperti tersebut diperbolehkan karena mereka masih belum tau perkembangan-perkembangan apa saja yang sudah di alami oleh desa-desa.

Klasifikasi Desa Menurut Aktivitasnya

Desa terbagi menjadi kedalam 3 kelompok jika dilihat dari tingkat klasifikasi aktivitasnya:

1. Desa agraris

Desa agraris

Desa agraris tentu saja berisi orang-orang yang bekerja dengan pencaharian utama sebagai petani atau pemilik dan pengelola kebun.

Terutama saja dari sejak dulu, Indonesia terkenal akan Negara agraris atau pertanian dengan lahan yang sangat luas.

Maka untuk menemukan desa agraris di Indonesia bukanlah hal yang sangat sulit. Sumber pendapatan utama desa juga dengan menjual hasil ladang dan juga sawah yang dikonsumsi banyak orang, desa yang paling terkenal atau daerah agraris yakni seperti Indramayu atau Subang.

2. Desa Industri

Desa Industri

Merupakan desa yang penduduk yang bekerja di bidang industri baik berukuran kecil maupun besar.sudah tidak lagi sulit ditemukan terutama di jaman modern seperti ini.

Seperti daerah yang menghasilkan barang lokal yang sangat berkualitas dan juga desa yang bisa menghasilkan usaha dan menjadikannya sebagai potensi mendapatkan pendapatan utama.

Contohnya yaitu seperti di desa penghasil sandal cibaduyut di Bandung, atau desa yang menjual telur asin di Brebes untuk Ciri-Ciri Desa Swadaya

3. Desa Nelayan

Desa Nelayan

Dengan kondisi geografis yang tidak sepenuhnya daratan, nelayan merupakan mata pencaharian yang tepat di Indonesia.

Desa nelayan merupakan desa yang ke ketiga yang termasuk klasifikasi desa menurut aktivitasnya.

Selain  mata pencaharian utamanya yang bekerja sebagai nelayan dan peternak ikan atau tambak, desa ini juga biasanya menghasilkan bahan utama dari hasil laut seperti ikan dan juga hasil laut seperti mutiara. Sehingga laut menjadi tempat utama mereka untuk bertahan hidup.

Klasifikasi Desa Menurut Perkembangannya

Menurut perkembangannya sekarang desa dibagi menjadi tiga klasifikasi, diantaranya :

1. Desa Swadaya

 Desa Swadaya

Ciri-Ciri Desa Swadaya merupakan desa yang memiliki potensi khusus yang di kelola dengan sangat baik sehingga bisa membantu perekonomian warga disana. Dimana ciri desa swadaya yaitu :’

  • Daerah yang terisolir dari desa lainnya sehingga mempersulit beberapa warganya untuk melakukan transaksi dengan desa lain, yang ingin melakukan transaksi selain itu cukup sulit mendapat fasilitas yang sama karena kondisi daerah yang cukup jauh
  • Penduduk yang sangat jarang, biasanya terjadi jika desa berada di daerah pelosok dan sangat jauh dari pusat kota.
  • Bersifat tertutup
  • Mata pencahariannya yaitu homogen, dimana semua masyarakatnya rata-rata melakukan pencaharian yang sama dan umumnya pekerjaan yang dilakukan adalah agraris atau bercocok tanam
  • Hubungan antarmanusia yang sangat erat
  • Sarana dan prasarana sangat kurang yang menyebabkan desa itu sulit menjangkau berbagai daerah
  • Pengawasan sosial  dilakukan oleh keluarga saja

2. Desa Swakarya

Desa Swakarya

Adalah klasifikasi desa peralihan dari Ciri-Ciri Desa Swadaya sebagai berikut :

  • Kebiasaan adat istiadat yang tidak mengikat penuh namun masih digunakan sebagai panduannya
  • Sudah mulai menggunakan teknologi dan juga peralatan yang canggih
  • Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi seperti layaknya desa swadaya, sehingga letak desa swakarya tidak terlalu jauh dari pusat perekonomian kota
  • Telah memilih tingkat perekonomian, pendidikan, jalur lalu lintas dan juga prasarana lain
  • Jalur lalu lintas yang sudah lancar dan jarak tempuh yang bukan lagi menjadi penghalang

3. Desa Swasembada

Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya yang sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Ciri dari desa swasembada diantaranya :

  • Kebanyakan berlokasi di ibukota dan kecamatan
  • Penduduk padat-padat
  • tidak terikat lagi dengan adat istiadat daerah tersebut
  • telah memiliki fasilitas yang memadai dan juga cukup maju dibanding warga dari desa lainnya

Klasifikasi Desa Menurut Ikatannya

1. Desa genealogis

Desa genealogis

Desa genealogis, yaitu desa yang dipersatukan dengan penduduknya yang memiliki hubungan kekeluargaan atau hubungan darah, jika di Indonesia sendiri tidak sulit menemukan satu desa yang masih bersaudara baik jauh maupun dekat.

2. Desa toritorial

Desa toritorial

Desa territorial, yaitu desa yang dipersatukan oleh kesamaan kepentingan dan wilayah dengan batas-batas tertentu.

3. Desa campuran

Desa campuran

Desa campuran, yaitu desa yang dipersatukan baik dari hubungan darah maupun kesamaan dan kepentingannya.

Potensi Desa

Potensi desa untuk negara diantaranya :

  • fisik yang meliputi iklim dan juga cuaca, flora dan faunanya dan juga tanah air
  • Potensi non fisik potensi non fisik biasanya terbagi menjadi beberapa yakni masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa.
  • Jika dimanfaatkan dengan baik biasanya, desa bisa berkembang dan memiliki fungsi bagi daerah lain atau pun bagi kota.

Fungsi Desa

Sedangkan fungsi desa untuk NKRI diantaranya adalah  :

1. Desa sebagai hinterland

 Desa sebagai hinterland

Desa bisa menjadi hinterland yang dimana desa biasanya lebih banyak memproduksi dibanding mengkonsumsi contohnya Ciri-Ciri Desa Swadaya.

Seringkali kita mendapatkan banyak pasokan kebutuhan untuk di kirim ke perkotaan yang datang dari desa.

Seperti layaknya bahan pangan, kopi,  bahan kerajinan tangan, kayu untuk kebutuhan rumah hingga hal kecil seperti cabai atau bawang.

2. Desa sebagai sumber tenaga

Desa sebagai sumber tenaga

Apakah kamu sadar bahwa rata-rata pekerja di kota merupakan mereka yang berasal dari pedesaan.

Tak jarang sekali masyarakat desa mau berpergian jauh atau merantau untuk bisa mendapatkan pekerjaan, tak hanya untung dari satu sisi saja.

Perusahaan yang membuka cabang pekerjaanya di daerah yang jauh sekali dan terpencilpun mudah mencari tenaga kerja yang mau bekerja yakni dari pedesaan.

Terkadang mereka tak jauh berbeda dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan bahkan tak jarang lebih kreatif atau lebih cekatan dalam bekerja.

3. Desa sebagai bentuk pemerintahan

Desa sebagai bentuk pemerintahan

Desa merupakan bentuk pemerintahan terkecil di NKRI. Jika seorang presiden harus mengurus setiap desa tentu saja hal ini akan menghabiskan waktu.

Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan membentang.

Adanya pemerintahan terkecil untuk membantu banyak petinggi untuk dikelola dan diawasi oleh pihak pemerintahan yang lebih kecil dan lebih dekat dengan warga.

4. Desa merupakan mitra

Desa merupakan mitra

Tanpa disadari desa merupakan awal dari terbentuknya kota, apa itukah kota bisa maju atau justru tidak berkembang semua bermula dari titik desa. Maka desa bisa disebut mitra bagi pembangunan kota untuk Ciri-Ciri Desa Swadaya.

Ciri-Ciri Masyarakat Desa

  • Kehidupan keagamaan di kota sangat berkurang dibandingkan keagamaan desa apapun itu agamanya. Mereka juga cenderung lebih rukun dan juga mengenal sesama dengan baik
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain, sedangkan masyarakat desa cenderung memiliki kehidupan sosialisasi yang sangat tinggi
  • Pembagian kerja di warga kota sangat lebih tegas dibandingkan desa.Di kota juga memiliki batasan yang nyata
  • Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak di kota dibandingkan dengan di desa. Hal ini terjadi di karena di kota pekerjaan dan jenis usaha lebih heterogen dibanding di desa
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktornya kepentingan daripada faktor pribadinya
  • Perubahan sosial nampak nyata di kota dibandingkan di pedesaan, sehingga perubahan sosial sering menimbulkan persaingan tinggi di kota
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangatlah penting untuk dapat mengejar kebutuhan individunya

Pola Persebaran Desa

Pola persebaran di desa pada dasarnya terbagi menjadi 3, dimana persebaran merupakan pola yang dibuat desa dari satu titik hingga menyebar ke sebagian wilayah disekitarnya dan menciptakan desa lain dengan penduduk yang banyak, diantaranya :

1. Pola memanjang (liner)

  • biasanya mengikuti jalan umum atau jalan yang besar, pola desa yang terdapat di sisi kanan atau kiri jalan raya atau jalan umum ini bisa anda temui di dataran rendah
  • biasanya mengikuti sungai, pola desa ini berbentuk memanjang mengikuti bentuk sungai dan umumnya di daerah pedalaman. Seperti halnya di daerah Kalimantan atau didaerah dekat sungai untuk di Indonesia
  • mengikuti rel kereta api, umumnya ada di arah pulau Jawa dan juga di Sumatera karena penduduknya cukup dekat dengan fasilitas transportasinya
  • yang mengikuti pantai, biasanya desa ini merupakan desa nelayan yang menggunakan laut sebagai sumber mata pencahariannya.

2. Pola tersebar

Ciri-Ciri Desa Swadaya tersebar terjadi karena adanya kesuburan tanah yang tidak merata, sehingga desa menjadi tidak teratur dan tumbuh tanpa pola. desa ini biasanya terjadi didaerah berkapur atau berawa.

Masyarakat cenderung membuat sekelompok kecil rumah saja selama daerah tersebut masih ditemukan tanah subur, sedangkan jika sudah menemukan tempat lain maka desa harus tersebar ke tempat lain.

3. Pola Menyebar

Pola desa menyebar biasanya beda dengan yang tersebar tersebar, dimana menyebar cenderung terjadi karena relief yang kasar, misalnya kondisi dataran tinggi dan juga pegunungan.

Mereka akan terbatas oleh hutan atau lereng yang cukup curam. Sehingga menyebar namun dalam satu wilayah yang sama.

Desa sendiri menurut klasifikasinya sangat banyak sekali, namun yang utama adalah menurut perkembangannya.

Dimana desa diklasifikasikan menurut perkembangannya akan terlihat kemajuan untuk membantu pembangunan wilayah di sekitar desa tersebut.

Penutup

Saran

Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki tanggung jawab atas pembangunan yang ada di Indonesia, Desa merupakan wilayah terluas di Indonesia, yang masih memiliki masalah sosial yang cukup tinggi, mata pencaharian yang belum layak.

sandang pangan yang masih belum mencukupi, serta masalah lainya, Bangsa kita, masih memiliki tinggkat kemiskinan yang tinggi dalam mencapai globalisasi.

Tentunya itu sebagai tugas dan tanggung jawab kita dalam memberikan sumbangsih dan ilmu yang kita miliki dalam mencapai kemajuan desa-desa. Sehingga desa yang masih dalam kategori desa swadaya bisa naik kepada desa swakarya dan kemudian ke desa swasembada.

Bagi pemerintah, diharapkan bisa memberikan perhatian khusus terhadap desa-desa yang ada di Indonesia. Mengalokasikan dana untuk pembangunan desa yang akan lebih baik dan bisa mengikuti perkembangan yang ada di kota.

Meningkatkan kualitas desa itu sendiri. Selain itu juga, pemerintah memeberikan program yang bisa membangun perkembangan untuk desa, jangan melakukan korupsi tentang pendanaan yang ada di desa, sehingga desa mendapatkan kemajuan.untuk Ciri-Ciri Desa Swadaya

Nah,itu dia ciri-ciri dari desa swadaya namun anda juga bisa melihat usaha potensial yang cocok untuk pemula