Perbedaan desa dan kota bisa dibilang sangat signifikan sekali, bahkan banyak anggota masyarakat yang menginginkan hidup  di kota.

Apa saja perbedaan signifikan tersebut akan saya bahas lebih lanjut dalam artikel kali ini. Namun sebelum membahas mengenai perbedaan dari keduanya, berikut ini penjelasan  mengenai apa yang disebut dengan desa dan kota.

Apa itu Desa?

Apa itu Desa?

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, desa merupakan suatu kesatuan dari suatu desa.

yang dihuni atau ditempati oleh sejumlah keluarganya, dimana wilayah tersebut memiliki sistem pemerintahan sendiri atau juga dikepalai oleh seorang kepala desa.

Secara umum, desa dapat dipahami sebagai satu kesatuan hukum dimana terdapat suatu masyarakat yang tinggal didalamnya, yang menyangkut juga kesatuan geografis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya juga.

Suatu desa biasanya sulit sekali untuk berkembang, karena faktor penyebab perubahan sosial nya yang terkadang bertentangan atau berbeda dengan budaya leluhur yang dianut.

Tetapi kondisi tersebut tidak berarti bahwa suatu desa tersebut  tidak bisa berkembang, suatu desa akan tetap berkembang hanya saja memerlukan waktu yang lebih lama dibanding kota.

Unsur-unsur dalam sebuah desa

Unsur-unsur dalam sebuah desa sendiri meliputi:

  • Daerah atau lingkungan geografis untuk ditempati suatu masyarakat.
  • Penduduk atau masyarakat yang meliputi berbagai aspek kependudukan.
  • Tata kehidupan meliputi berbagai aspek kehidupan suatu masyarakat tersebut.

dalam kehidupan sehari-hari desa merupakan suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota dimana biasanya juga di sebut sebagai suatu kampung.

Daerah tersebut dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar anggotanya berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Sedangkan secara administratif, desa di artikan sebagai suatu daerah yang terdiri dari lebih satu dusun yang tergabung dan memiliki hak untuk mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri.

Suatu masyarakat pedesaan juga memiliki suatu ciri-ciri tertentu, diantaranya adalah:

  • Kehidupan yang masih bergantung dengan alam.
  • Toleransi sosial dalam masyarakat sangat kuat.
  • Memiliki sistem adat-istiadat dan norma yang kuat.
  • Kontrol sosial yang masih berlaku didasarkan pada hukum informal.
  • Kuatnya hubungan persaudaraan yang dibangun sebagai salah satu ciri-ciri masyarakat paguyuban.
  • Struktur perekonomian di desa lebih bersifat agraris.

Apa itu Kota?

Apa itu Kota

kota dalam kamus besar Bahasa Indonesia merupakan suatu daerah pemukiman yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah secara satu kesatuan tempat tinggal berbagai macam lapisan masyarakat.

Kota juga bisa diartikan sebagai suatu daerah pemusatan penduduk dengan angka kepadatan penduduk yang tinggi dan dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas modern.

Sebagian besar masyarakat kota atau penduduknya memiliki pekerjaan yang di luar pertanian atau diluar sistem agraris.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kota merupakan suatu wilayah yang memiliki batas administrasi wilayah dan lingkungan hidup yang non-agraris.

Sedangkan secara letak geografis, kota diartikan sebagai suatu bentang budaya yang ditimbulkan atau dipengaruhi oleh unsur-unsur alami dan non-alami, dimana terdapat pemusatan penduduk yang tinggi.

corak kehidupan masyarakat yang heterogen, dan sifat anggota masyarakat yang cenderung individualis. Kota juga memiliki beberapa ciri-ciri tertentu, berikut ini meripakan ciri-ciri masyarakat kota:

  • Adanya keanekaragaman masyarakat atau penduduk.
  • Sikap anggota masyarakat cenderung bersifat individualis.
  • Hubungan sosial yang dibangun lebih bersifat patembayan.

Adanya pembatas ruangan didalamnya yang kemudian membentuk suatu komplek-komplek tertentu. Memiliki sistem adat istiadat dan norma yang tidak terlalu ketat atau erat. Pandangan hidup masyarakat kota lebih rasional.

beberapa penjelasan mengenai desa dan kota, yang dapat anda disimpulkan bahwa desa dan kota benar-benar memiliki perbedaan yang signifikan.

Jika kita simpulkan maka, suatu desa merupakan suatu wilayah dimana sistem adat istiadat dan norma yang berlaku masih kuat dengan sistem penduduk yang agraris.

Sedangkan kota merupakan suatu wilayah yang sangat mudah sekali mengalami perkembangan dengan sistem adat dan norma yang kurang ketat serta sifat kependudukan yang non-agraris.

Ciri-ciri yang dimiliki antara desa dan kota juga dapat mengarahkan pada perbedaan-perbedaan yang dimiliki keduanya.

Perbedaan Desa dan Kota

Perbedaan Desa dan Kota

Apa saja perbedaan antara desa dan kota selain pengertian dan ciri-ciri yang dimiliki masing-masing? Kurang lebihnya ada 7 perbedaan mendasar antara desa dan kota.

Berikut ini merupakan perbedaan desa dan kota yang dapat dilihat dari kehidupan nyata masyarakat:

Kepadatan Penduduk

Perbedaan desa dan kota yang paling mencolok adalah kepadatan penduduk didalamnya.

Walaupun tidak ada jumlah yang pasti, namun secara umum dan jelas terlihat bahwa kota memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi dibanding dengan kepadatan penduduk pada desa.

Mengapa bisa demikian, karena biasanya sebagian dari masyarakat desa akan berpindah ke kota untuk mengadu nasib dengan pemikiran bahwa kesempatan kerja di kota lebih besar dari pada di desa.

Kepadatan penduduk antara desa dan kota dapat berpengaruh terhadap pola pembangunan perumahan, dimana bangunan di kota lebih cenderung ke arah vertikal, sedangkan di desa lebih cenderung ke arah horizontal.

Kondisi tersebut dapat kita lihat dari bangunan-bangunan tinggi di kota, dapat berupa perusahaan, rumah, dan lainnya dibanding dengan di desa.

Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup

Perbedaan yang sangat menonjol kedua adalah lingkungan hidup di desa dan di kota.

Lingkungan hidup di desa biasanya masih dekat dengan lingkungan alam yang sangat asli atau alam bebas, sehingga wilayah pedesaan lebih banyak didominasi oleh ruang terbuka hijau.

Kondisi tersebutlah yang mengarahkan masyarakat desa pada sistem ekonomi yang cenderung ke sistem agraris atau pertanian.

Kondisi lingkungan ke hidupan di desa sangat berbeda dengan lingkungan hidup di kota yang lebih banyak di dominasi oleh bangunan tinggi, lapisan beton, dan aspal.

Hal tersebut sangat  berpengaruh sekali pada kebersihan udara dan suasana yang di hasilkan.

Udara di desa akan cenderung bersih dan segar serta memiliki suasana yang sangat tenang sekali, sedangkan udara di kota lebih cenderung panas dan kotor.

karena polusi udara dari banyaknya kendaraan berlalu lalang di jalanan, selain itu juga suasana di kota bisa terbilang bising jauh dari namanya ketenangan.

Sistem Perekonomian

Sistem Perekonomian

Perbedaan perekonomian di desa dan di kota menyangkut aspek mata pencaharian masyarakatnya.

lingkungan hidup di desa mendorong masyarakatnya ke sistem agraris, namun tingkat kepadatan penduduk dan  ketersediaan nya lahan juga mendorong sektor perekonomian primer di desa lebih berkembang di bandingkan di kota.

Sektor perekonomian primer yang sangat sekali berkembang di desa seperti pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

tingkat kepadatan penduduk dan kurangnya ketersediaan lahan di kota mendorong sektor perekonomian sekunder seperti industri, dan sektor perekonomian tersier seperti jasa lebih berkembang lagi di kota.

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial

Adanya perbedaan sistem perekonomian di desa dan di kota juga mendorong adanya perbedaan stratifikasi sosial diantara yaitu keduanya.

Sektor ekonomi sekunder dan tersier yang lebih berkembang di kota pasti memerlukan banyak keahlian yang khusus dan spesifik dibandingkan kebutuhan pada sektor perekonomian primer yang ada di desa.

Oleh sebab itu, jenis lapangan pekerjaan di kota juga relatif lsangat banyak atau bersifat heterogen dibandingkan dengan di desa.

Kondisi tersebut juga berpengaruh ke pada perbedaan penghasilan yang didapatkan oleh masyarakat desa dan masyarakat kota, dimana diversitas pekerjaan yang menyebabkan terjadinya variasi penghasilan yang tinggi terutama di kota.

Kondisi tersebut mengakibatkan perbedaan yang sangat mencolok sekali antara yang kaya dengan yang miskin di kota dibanding di desa yang masyarakatnya cenderung terlihat sama, sebagai salah satu contoh ketimpangan sosial di masyarakat kota.

Corak Kehidupan

Corak Kehidupan

Perbedaan desa dan kota yang kelima yaitu adalah mengenai corak kehidupan masyarakatnya.

Dimana corak kehidupan di desa sangat relatif homogen, atau hanya memiliki satu macam latar belakang yang sama saja.

Kehidupan masyarakat di desa juga cenderung sama saja dari waktu ke waktu, hal ini dapat disebabkan karena adanya nilai dan norma di desa yang masih terus dijadikan sebagai pedoman dan sulitnya perkembangan terjadi di desa.

Berbeda sekali dengan di desa, corak kehidupan di kota lebih bersifat heterogen, atau bermacam-macam.

Penduduk atau masyarakat kota biasanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda beda, seperti perbedaan etnik atau suku, agama, dan lain sebagainya.

Sehingga nilai-nilai dan norma-norma yang ada di kota mudah memudar karena mudahnya aspek-aspek perubahan sosial masuk serta mudahnya perkembangan sosial terjadi di kota.

Pola Interaksi

Pola Interaksi

Pola interaksi yang terjadi di desa dan di kota juga cenderung sangat berbeda sekali, dimana biasanya di masyarakat kota tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan masyarakat sekitarnya atau bahkan dengan tetangganya sendiri.

Hal ini yang mendorong masyarakat kota pada umumnya tidak terbiasa bergantung pada orang lain beda dengan masyarakat pedesaan.

Oleh sebab itu, masyarakat kota cenderung memiliki sifat yang individualis sekali dan bersifat rasional.

sehingga rasa kekeluargaan dan keakraban masyarakat di kota kurang terasa dibanding di desa.

Karena berbeda dengan di kota, masyarakat desa lebih cenderung mudah membangun atau memiliki hubungan kekeluargaan dengan masyarakat sekitar maupun dengan tetangganya.

Dimana masyarakat desa biasanya lebih menekankan sekali  pada unsur saling bergantung satu sama lain dan unsur kebersamaan.

Kondisi tersebut juga merupakan salah satu dalam masyarakat desa dan masyarakat kota.

Solidaritas Sosial

Solidaritas Sosial

Perbedaan yang selanjutnya adalah pada aspek solidaritas sosial yang dipengaruhi oleh pola interaksi yang berlangsung di desa maupun di kota.

Pola interaksi di desa lebih cenderung pada mementingkan unsur kekeluargaan dan kebersamaan.

akan menghasilkan suatu upaya untuk menciptakan suatu keserasian dan kesatuan sosial.

Kondisi tersebut yang membuat solidaritas sosial di desa menjadi sangat tinggi, karena masyarakatnya biasa bergantung satu sama lain.

Hal ini juga berpengaruh ke pada penyelesaian masalah di desa yang lebih ke arah musyawarah atau kekeluargaan, dan konflik atau masalah sosial yang diusahakan untuk dapat dihindari.

Berbanding terbalik dengan desa, di kota penyelesaian konflik cenderung mengarah pada sifat formal bukan dengan musyawarah bersama.

Kondisi tersebut juga disebabkan karena masyarakatnya yang bersifat sangat individualis dan lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan bersama.

Sehingga faktor terjadinya masalah sosial lebih sangat mudah muncul di kota di banding kan dengan di desa

Masyarakat yang tinggal di kota – kota besar pada umumnya mempunyai gaya hidup yang royal atau sering di sebut dengan pola serba mewah, .

Orang – orang kota cenderung memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Fasilitas umum lebih banyak di temukan di kota, Adat – istiadat kurang dijunjung tinggi oleh masyarakat perkotaan.

Pola pikir masyarakat perkotaan umumnya rasional ( tidak begitu percaya dengan takhayul ), Lapangan pekerjaan juga lebih banyak tersedia di kota.

Masyarakat pedesaan merupakan sekelompok orang- orang  yang tinggal di desa,

masyarakat pedesaan memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • Gaya hidup masyarakat pedesaan sangat sederhana
  • Orang – orang pedesaan umumnya solid
  • rukun
  • kompak dan kekeluargaan sangat yang utama
  • Adat – istiadat masih di junjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari
  • Sebagian besar orang – orang di desa hidup bergantung dari hasil bumi
  • Masyarakat pedesaan biasanya memiliki sifat yang sangat ramah
  • sopan dan peduli terhadap lingkungan
  • Lapangan pekerjaan di desa sangat minim dan jarangnya di buka lapangan pekerjaan baru.

Pola perilaku masyarakat yang tinggal di kota dan desa tentunya berbeda namun dengan perbedaan itulah yang menjadikan keduanya saling bergantungan.

Oleh karena itu masyarakat kota dan desa memiliki hubungan yang sangat erat sekali, dengan ini masyarakat yang tinggal di kota.

bergantung pada hasil bumu dan ternak yang diolah di desa yang berupa bahan panganan, seperti :

besar, susu, dan gandum serta yang lainnya. Karena lapangan untuk pekerjaan dan fasilitas umum lebih banyak terdapat di kota – kota besar.

Perbedaan Pola Fikir Masyarakat Kota dan Desa

Perbedaan Pola Fikir Masyarakat Kota dan Desa

Masyarakat desa  juga banyak yang datang ke kota (urbanisasi) untuk mencari lapangan pekerjaan yang layak.

Selain itu di kota juga mamproduksi barag – barang elektronik yang dapat digunakan untuk membantu meringankan masyarakat yang bekerj di desa. Jadi ke simpulannya bahwa masyarakat kota dan desa saling membutuhkan satu sama lain.

Pada masyarakat kota cara berfikir yang memiliki sifat yang memintingkan diri sendiri.

dan materi atau kebutuhan mereka sendiri, kedua sikap tersebut tidak sepenuhnya buruk tetapi memiliki dampak yang positif dan juga negatif.

Karena bagi masyarakat yang tinggal di kota memiliki hidup yang cukup untuk diri sendiri dan keluarga sudah lebih baik dari pada mengurusi hidup orang lain.

tetapi sikap tersebut kurang baik di pandang oleh sebagian masyarakat yang memiliki nilai kehidupan sosial yang  cukup tiggi.

contohnya yaitu masyarakat desa, cara berfikir masyarakat kota cenderung kompetitif.

juga dan tidak jarang masyarakat kota secara tidak sengaja atau sengaja membangun rumah yang bertembok pagar yang sangat tinggi.

dengan alasan takut di masukin maling atau rampok sudah tembok pagar besi dan juga masih pelihara anjing untuk menjaga keamaan di rumahnya.

Padahal dengan tembok pagar yang tinggi  dan hanya dijaga oleh seekor anjing ini akan rawan sekali dengan kemalingan.

seorang maling akan mudah masuk rumah dengan cara mengasih makanan anjing tersebut.

kemudian maling akan mudah untuk masuk ke dalam rumah dan tidak diketahui oleh tetangga sebelah dikarenakan pagar tembok yang sangat tinggi tersebut.

sehingga tidak kelihatan dari luar pagar tembok.

Berbeda sekali dengan orang desa mereka bikin rumah kebanyakan tidak berpagar tembok tetapi jarang dimasukin oleh maling mereka saling percaya.

terhadap tetangg, sehingga jika tejadi hal – hal yang tidak di ingginkan mereka saling mengetahui dan mengingatkan.

Dengan ini kita perlu saling percaya satu sama lain serta dengan tetangga tidak hanya memfokuskan menjaga rumah dengan seekor anjing saja.

nah,kamu juga wajib mengetahui setruktur pemerintahan yang ada di desa yang ada