Dunia usaha bidang budidaya, khususnya budidaya udang air tawar dapat terbilang sulit karena sama halnya seperti memelihara binatang kesayangan tapi dalam jumlah yang tergolong banyak, pelaku bisnis budidaya tidak serta merta memulai usahanya tanpa persiapan yang matang dan pengalaman yang memadai.

Salah satu usaha bidang budidaya yang tergolong memiliki kesulitan di atas rata – rata adalah budidaya hewan perairan. Baik itu budidaya hewan laut, atau sungai. Karena secara nalar, akan butuh tenaga dan beban pikiran yang lebih untuk mengurus, apalagi memelihara hewan budidaya yang berbeda alam (air) dari kita manusia.

Tetapi tunggu dulu, bukankah nyatanya semakin besar usaha akan semakin besar pula hasilnya? Bukankah usaha yang keras tidak akan mengkhianati hasil? Bukankah kita semua selalu dengar kata – kata itu bahkan sampai bosan karena berulang – ulang terdengar memasuki telinga kita?

Dan memang di situlah kenyataannya. Rata-rata usaha budidaya hewan air, baik laut atau sungai memiliki harga jual yang lebih tinggi dari budidaya hewan darat. Dengan memanfaatkan perkembangbiakkan mereka yang cepat, proses produksi hasil budidaya akan tinggi dan cepat membuahkan hasil.

Perlu diperatikan juga bahwa semua keuntungan di atas tidak serta-merta datang seperti hujan turun dari langit. Perlu pengetahuan yang cukup, ketelatenan, kesabaran yang tinggi, perawatan yang intens, dan kedisiplinan kerja yang baik.

Pra Budidaya Udang Air Tawar

Udang adalah salah satu binatang air jenis krustasea yang khususnya berhabitat asli di sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua genangan air yang bervolume besar. Baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman yang bervariasi mulai dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan.

Krustasea atau binatang air berkulit keras, adalah suatu kelompok besar dari artropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang telah banyak teramati, terdeskripsikan, dan dianggap sebagai suatu subfilum. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang dikenal kita sekarang seperti halnya lobster, kepiting, udang, dan teritip.

Beberapa kelompok krustasea telah beradaptasi dengan kehidupan darat seiring berjalannya zaman yang mana akan terjadinya evolusi pada makhluk hidup di permukaan bumi, seperti mulai munculnya spesies kepiting darat, dan lobster darat. Walaupun mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut.

Kebanyakan anggota krustasea dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.

Tubuh spesies krustasea terdiri atas dua bagian. Yaitu kepala-dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian kepala-dada (sefalotoraks) dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki untuk jalan atau berenang.

Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.

Siklus Hidup Udang pada Budidaya Udang Air Tawar

Udang menjadi dewasa dan bertelur hanya di habitat air. Karena ada beberapa udang-udangan yang hidup dan mencari makan di darat. Udang betina menelurkan paling tidak 50.000 butir hingga 1 juta butir telur yang akan menetas hanya setelah 24 jam, dan menjadi larva (nauplius).

Nauplius kemudian bermetamorfosis, kemudian memasuki fase ke dua yaitu zoea (jamak zoeae). Zoea makan dari ganggang liar yang ada di sekitar habitat mereka di laam bebas. Setelah beberapa hari kemudian, zoea bermetamorfosis lagi menjadi mysis (jamak myses).

Mysis memakan ganggang dan zooplankton juga di habitat aslinya. Setelah tiga sampai empat hari kemudian mereka bermetamorfosis terakhir kali memasuki tahap pasca larva atau udang muda yang sudah memiliki ciri-ciri hewan dewasa seperti antena dan sepasang capit pada kaki depan.

Seluruh proses di atas hanya memakan waktu sekitar 12 hari dari pertama kali menetas sampai pada tahap udang budidaya siap untuk diperdagangkan, dan disebut sebagai benur. Di alam liar dan habitat aslinya, pasca larva kemudian bermigrasi ke estuari, yang sangat kaya akan nutrisi dan bersalinitas rendah.

Di sana mereka tumbuh dan kadang-kadang bermigrasi lagi ke perairan terbuka menghabiskan sisa hidup mereka  dan menjadi dewasa sempurna. Udang dewasa merupakan hewan bentik yang utamanya tinggal di dasar laut, yang juga masih kerabat jauh dari serangga seperti ulat bulu, kupu-kupu, cencorang dan sebagainya.

Jenis Udang Air Tawar pada Budidaya Udang Air Tawar

1. Pacific White Shrimp (Udang Kaki Putih / Vaname)

budidaya udang air tawar

Udang Vaname adalah udang yang tinggal di kawasan sub-tropis. Jika dibudidayakan, tentunya akan memiliki prospek yang bagus. Karena banyak kelebihan yang dimiliki udang vaname seperti daging yang empuk dan enak, dan proses budidaya yang relatif cepat.

Keunggulan udang vaname adalah pada tubuhnya yang memiliki kepadatan lebar dan tinggi, serta daya tahan tubuhnya hingga tahan terhadap goncangan lingkungan. Disebabkan oleh morfologis udang vaname atau udang putih tidak jauh berbeda seperti udang pada umumnya.

Bagian kepala udang vaname yang menyatu dengan bagian dada (cephalothorax) terdiri dari 13 ruas (5 ruas di kepala dan 8 ruas di dada). Sedangkan pada bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas serta sepasang anggota badan atau kaki renang. Bagian kepala udang dilindungi oleh cangkang meruncing yang disebut rostrum.

Udang vaname berasal dari perairan Amerika dan Hawai telah sukses dikembangbiakkan di berbagai negara di Asia termasuk Indonesia. Udang vaname merupakan salah satu spesies unggul yang mulai dikulturkan di berbagai tambak-tambak Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2002.

Meskipun prospeknya unggul, tetapi pembudidayaannya dapat dikatakan tidak mudah karena harus dilakukan dengan intens dan hati-hati. Karena kolam anakan udang vaname harus selalu bersih, oksigen yang harus selalu terjaga selama 24 jam, dan lingkungan sekitar yang harus terjaga dari suhu ekstrim seperti panas atau hujan deras.

2. Giant Freshwater Prawn (Udang Galah)

budidaya udang air tawar

Udang Galah termasuk dalam spesies Macrobrachium rosenbergii. Udang galah memiliki ciri-ciri fisik yang terlihat lebih besar dari jenis udang lainnya. Udang galah lebih sering ditemukan hidup di daerah perairan air tawar yang dangkal. Udang galah termasuk dalam filum arthropoda kelas krustasea bangsa decapoda dan suku paleamonidae.

Udang galah umumnya ditemukan hidup di daerah perairan air tawar. Udang galah memiliki ciri khas yaitu memiliki kepala yang memiliki bentuk kerucut, restrum melebar pada bagian ujungnya, bentuk udang galah memanjang dan melengkung ke atas.

Pada bagian atas udang galah terdapat gigi seperti gergaji yang menusuk ke depan dari kepalanya berjumlah dua belas buah dan bagian bawah sebelas buah. Udang galah jantan umumnya memiliki ciri-ciri seperti tubuhnya yang besar dan kuat, serta mempunyai capit yang besar dan lebih panjang dari tubuhnya.

Bagian lainnya seperti perut memiliki ciri-ciri yang lebih ramping daripada udang galah betina. Kepala udang galah jantan cenderung terlihat lebih besar dibandingkan dengan udang galah yang betina. Alat kelamin udang galah jantan terdapat pada pangkal kaki pada sebelah galahnya yang kelima.

Selain itu, udang galah juga terkenal dengan kandungan nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan udang-udang lainnya untuk kebutuhan tubuh manusia. Berikut adalah beberaa kandungan nutrisi udang galah :

  • Vitamin A, B6, dan B12
  • Karbohidrat
  • Magnesium
  • Lemak
  • Kalori
  • Natrium
  • Kalium
  • Protein
  • Zat besi
  • Kalsium

Dengan banyaknya penggemar udang galah serta sistem adaptasi dan ketahanan daya tahan tubuh udang galah yang kuat, banyak sekali orang mencoba usaha budidaya udang galah. Harga jual pasar udang galah dapat terbilang tinggi tergantung dari kualitas dan cara penjualalannya kepada konsumen tentunya.

3. Giant Tiger Shrimp (Udang Windu)

budidaya udang air tawar

Penyebaran spesies udang windu berkisar pada area pasifik barat Indonesia, pantai Afrika, semenanjung Arab, Asia Tenggara, sampai perairan Jepang. Dapat juga ditemukan di Australia, Austria timur, dan sejumlah kecil mempunyai koloni di Laut Tengah melalui Terusan Suez.

Selain dimasak, udang windu dapat diolah menjadi terasi, sarden, kerupuk dan olahan untuk makanan lainnya. Soal rasa, udang windu terkenal enak. Namun, yang sangat disayangkan ialah varietas udang windu yang tidak tahan terhadap penyakit, seperti virus bintik putih atau white spot.

Seperti di nusantara sendiri, pembudidayaan udang windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyebaran penyakit udang ganas yang diantaranya adalah white spot atau virus bintik putih. Penambak udang di Indonesia saat ini lebih banyak memilih membudidaya udang vaname (Litopenaeus Vannamei).

Ukurannya yang besar dapat mencapai 200-300 gram per ekor dengan panjang 33 cm didominasi oleh udang betina. Tentu hal itu akan semakin memuaskan ketika disantap, terlebih bersama saudara dan sahabat. Untuk udang windu jantan berukuran lebih kecil, yaitu panjang 20-25 cm dengan berat 100-160 gram.

Seperti kebanyakan udang yang lain, kulit yang keras dan tebal melekat pada jenis udang satu ini. Ciri tubuhnya khas dengan loreng-loreng hitamnya. Terdapat 2 jenis udang windu menurut warnanya, yaitu berwarna hijau kebiru-biruan dan warna hijau kemerah-merahan. Secara luas dibesarkan dan dibudidayakan untuk bahan pakan.

Udang windu juga kaya akan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Diantaranya ialah kandungan protein yang tinggi dan kalsium di dalamnya. Tersedianya zat kapur dan fosfor, ditambah lagi kandungan lemak yang hanya 0,2 persen membuat udang rendah akan kolesterol dan menjadikannya bahan pakan unggul.

Beberapa nama lain untuk udang windu di masyarakat meliputi udang harimau raksasa, udang harimau hitam, udang pemimpin, sugpo dan udang rumput. Umumnya ditemukan di bebatuan sungai walaupun ada juga beberapa udang windu yang hidup di laut dan memiliki ciri kulit yang keras.

4. Udang Batu

budidaya udang air tawar

Udang batu merupakan salah satu jenis udang serta binatang air tawar yang mempunyai ciri rostrum bagian atas yang bergerigi. Kulit pada tubuhnya berwarna kemerah-merahan serta sedikit lebih kasar dibandingkan dengan udang jenis lainnya.

Ukuran tubuh udang batu jika dibandingkan dengan ukuran udang lainnyaa akan terlihat lebih kecil. Nama lainnya adalah panaeus merguinensi. Umumnya berukuran dua belas sampai tiga belas centi meter. Hidup di daerah perairan pantai atau pun pada muara-muara sungai.

Langkah-langkah Budidaya Udang Air Tawar

  1. Memilih lokasi yang tepat untuk membuat media budidaya serta menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan media budidaya.
  2. Cari lokasi yang luas dan jauh dari kawasan industri untuk menghindari cairan limbah buangannya.
  3. Pastikan lokasi bersih dari sampah ataupun limbah rumah tangga.
  4. Siapkan alat pengangkut benur, serok, ember, seser, ayakan dari kain, dan cangkul.
  5. Untuk pembuatan media, kalian perlu menyiapkan pupuk, kapur pertanian, dan jaring.

Setelah menyiapkan peralatan dan memilih lokasi yang tepat dalam kalian juga harus membuat media budidaya yang tepat. Media budidayanya dapat berupa kolam tanah, tambak berjaring, dan sebagainya.

Adapun hal terpenting yang tidak boleh terlewatkan saat anda melakukan budidaya udang adalah menyiapkan benur (anakan udang yang tak kasat mata) berkualitas unggul. Adapun cara untuk memperoleh benur udang adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan media pemijahan berupa kolam semen dan indukan udang yang berkualitas baik dan unggul.
  2. Perhatikan perbedaan jenis udang jantan dan betina tergantung dari jenis udang yang akan anda budidayakan.
  3. Lakukan pemijahan dalam durasi waktu tertentu hingga muncul benur-benur udang
  4. Pisahkan indukan udang dan lakukan pemeliharaan terhadap benur-benur udang hingga menjadi benur yang siap untuk ditebar pada kolam terpisah.
  5. Setelah itu, tebarkan benur udang ke dalam kolam budidaya secara perlahan dan hati- hati.
  6. Untuk membiasakan udang agar dapat beradaptasi tanpa stress, masukkan air kolam sedikit demi sedikit lalu biarkan selama 15 menit dahulu sampai air menjadi tenang sebelum menebar benur.
  7. Perhatikan sirkulas air dengan baik karena air merupakan hal yang penting dalam budidaya udang.
  8. Perlu diketahui, jika air kolam anda tidak mengalir, maka dapat menyebabkan kualitas air menurun hingga 50%.
  9. Untuk mengatasinya perlu dilakukan penggantian air kolam budidaya udang setiap sebulan sekali agar kualitas serta suhu air tetap terjaga dengan baik.
  10. Ingat juga untuk selalu menjaga pH air agar jangan sampai dibawah 6 atau di atas 8 karena habitat aslinya yang di air tawar.
  11. Untuk pakan udang, dapat kita berikan cincangan daging ikan rucah dan pelet setiap hari sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.
  12. Atasi dan tanggulangi pengganggu seperti hama dan penyakit menggunakan obat khusus.
  13. Perlu juga untuk memisahkan udang yang terkena hama ataupun penyakit dengan udang yang sehat agar tidak menular lebih jauh lagi.

Tips Budidaya Udang Air Tawar

Usaha budidaya udang dengan menggunakan kolam terpal dapat lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan kolam tembok atau beton.

Kalian dapat membeli kolam terpal langsung jadi sehingga tidak membutuhkan waktu, tenaga, dan uang yang lebih lagi untuk membangun kolam dari semen misalnya. Air tawar yang akan kalian pakai juga lebih hemat dan akan lebih bersih karena menggunakan terpal.

Kolam dari terpal untuk budidaya udang juga dapat lebih awet dibandingkan dengan penggunaan kolam beton atau semen. Kolam terpal untuk budidaya udang vaname bisa digunakan hingga sampai 10 tahun. Sedangkan jika yang digunakan adalah kolam beton, tentunya akan melakukan perbaikan saat mulai mencapai usia 5 tahun.

Terimakasih telah membaca artikel kami. Jika kalian tertarik dengan artikel tentang dunia usaha budidaya seperti ini, baca juga artikel lain kami tentang usaha pakan ternak bagi indistri peternakan.